Syarat nilai UAN bagi mereka yang ingin melanjutkan studi Bachelor (S1) nya di Jerman

Seperti yang telah kami jelaskan pada artikel artikel sebelumnya, Jerman dapat dikatakan sebagai satu satu nya Negara maju yang memiliki kwalitas pendidikan yang sangat bagus namun tetap memberikan subsidi hingga nyaris 100% pada biaya studinya. Subsidi biaya pendidikan ini berlaku bagi setiap mahasiswa yang berkuliah di Jerman, baik warga Jerman maupun warga International. Milyaran EUR harus dikeluaran dari kas Negara setiap tahunnya untuk dapat “menggratiskan” biaya pendidikan dari seluruh jenjang pendidikan di Jerman.

sebagian-peserta-program-intensif-persiapan-studi-di-Jerman-2015-lembaga-alumni-eropa-jakarta-yang-berasal-dari-seluruh-Indonesia

Penggunaan kas negara inilah yang membuat Jerman amat sangat selektif dalam menseleksi setiap mahasiswa asing yang ingin berkuliah di negaranya. Fase studienkolleg (pra University) yang harus dilewati oleh setiap calon mahasiswa asing adalah salah satu bentuk seleksi yang diterapkan oleh pemerintah Jerman untuk mengetahui apakah seorang warga asing dinilai layak untuk menggunakan kas Negara untuk berkuliah di Jerman.

Khusus bagi para calon mahasiswa dari Indonesia, proses seleksi bagi mereka telah dilakukan oleh kedutaan Jerman ketika proses pelamaran visa dijalani. Pada tahapan ini, setiap calon mahasiswa diwajibkan untuk melampirkan seluruh dokumen terkait report akademiknya selama di SMA. SKHUN adalah termasuk diantara dokumen yang harus dilampirkan. Tidak diinformasikan diawal bahwa pihak kedutaan ternyata menetapkan beberapa kondisi terkait nilai yang terdapat pada SKHUN. Para calon mahasiswa yang kedapatan memiliki nilai SKHUN dibawah batasan minimum yang ditetapkan oleh pihak kedutaan, maka hampir pasti pihak kedutaan tidak akan meloloskan lamaran visa studi nya.

Celah ini dapat dikatakan “jebakan” yang dilakukan oleh pihak kedutaan mengingat syarat nilai minimum pada SKHUN ini tidak diinfokan terlebih dahulu oleh pihak kedutaan. Ketentuan tidak tertulis ini telah diterapkan oleh pihak kedutaan untuk mengetahui/menilai apakah seseorang dianggap layak atau tidak layak secara akademik untuk menggunakan kas negara untuk berkuliah di negara Jerman.

Dengan tidak terpenuhinya persyaratan minimum nilai pada SKHUN, maka pihak kedutaan akan menilai bahwa seseorang tidak dapat memenuhi salah satu pasal dari undang undang Jerman yaitu Erteilungsvoraussetzung des § 5 Abs. 1 Nr. 3 AufenthG. Atas dasar inilah pihak kedutaan dan imigrasi di Jerman tidak memberikan lampu hijau untuk visa studi bagi yang bersangkutan. Ketentuan ini berlaku mutlak, walaupun seseorang telah mendapatkan undangan dari lebih sari satu universitas di Jerman

Namun demikian, tetap terdapat beberapa alternative yang dapat dilakukan bagi mereka yang memiliki nilai SKHUN yang kurang namun tetap ingin melanjutkan kuliahnya di Jerman. Kami persilahkan anda untuk datang langsung ke kantor kami untuk mendapatkan penjelasannya, mengingat sarana website ini memiliki keterbatasan untuk itu.

Informasi mengenai sistem pendidikan tinggi, universitas negeri terbaik di Jerman dan Program Intensif Persiapan Kuliah di Jerman dapat anda dapatkan langsung melalui para alumni Jerman di Lembaga Alumni Eropa (LAE) Jakarta yang beralamat di Jalan Mendawai I No. 3 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12130 dengan no kontak 0853 1154 4185 & 0813 1811 1017.

Save

 

=======================================================

PEMBUKAAN KELAS BARU

PROGRAM INTENSIF PERSIAPAN KULIAH di JERMAN

Untuk Semua Bidang Studi S-1 (BSc.) dan S-2 (MSc.)

Kelas Baru akan diadakan pada:

 

Hari/Tanggal : Senin / 5 Juni 2017

 

Jam : 09.00 s/d 13.00 WIB Tempat : Lembaga Alumni Eropa Jl. Mendawai I no. 3 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12130 Indonesia

Keterangan lebih lanjut Hubungi:

0853 1154 4185 - 0813 1811 1017 - BBM Pin: 583E7D7A

Daftarkan Diri Anda Segera

Tempat Terbatas !!

This entry was posted in Persiapan Melanjutkan Studi di Jerman and tagged , , . Bookmark the permalink.