Kuliah di Jerman 2015 – Komparasi Budaya Bangsa Asia & Eropa

cara-kuliah-di-Jerman-melalui-program-intensif-persiapan-kuliah-di-Jerman-melalui-www.alumnieropa.orgWacana untuk Kuliah di Jerman 2015 hendaknya tidak berhenti sekedar wacana. Mewujudkannya bukanlah sebuah angan-angan. Di Lembaga Alumni Eropa (LAE) Jakarta kami bimbing anda yang akan mewujudkannya. Melalui Program Intensif Persiapan Kuliah di Jerman 2015 dari mulai hal terkecil yang sangat teknis sampai dengan birokrasi keimigrasian bersama para alumni Jerman di LAE.

Sebagai penambah semangat bagi anda yang bertekad untuk Kuliah di Jerman 2015 Baik S-1 maupun S-2, kami kutipkan intisari sebuah buku sebagai bahan komparasi dan kontemplasi bersama. Prof. Ng Aik Kwang dari University of Queensland, dalam bukunya “Why Asians Are Less Creative Than Westerners” (2001) yang dianggap kontroversial tapi ternyata menjadi “best seller”.(www.idearesort.com/trainers/T01.p) mengemukakan beberapa hal tentang bangsa-bangsa Asia yang telah membuka mata dan pikiran banyak orang:

1. Bagi kebanyakan orang Asia, dalam budaya mereka, ukuran sukses dalam hidup adalah banyaknya materi yang dimiliki (rumah, mobil, uang dan harta lain). Passion (rasa cinta thdp sesuatu) kurang dihargai. Akibatnya, bidang kreatifitas kalah populer oleh profesi dokter, lawyer, dan sejenisnya yang dianggap bisa lebih cepat menjadikan seorang utk memiliki kekayaan banyak.

2. Bagi orang Asia, banyaknya kekayaan yg dimiliki lbh dihargai drpd CARA memperoleh kekayaan tersebut. Tidak heran bila lebih banyak orang menyukai ceritera, novel, sinetron atau film yang bertema orang miskin jadi kaya mendadak karena beruntung menemukan harta karun, atau dijadikan istri oleh pangeran dan sejenis itu. Tidak heran pula bila perilaku koruptif pun ditolerir/ diterima sbg sesuatu yg wajar.

3. Bagi orang Asia, pendidikan identik dengan hafalan berbasis “kunci jawaban” bukan pada pengertian. Ujian Nasional, tes masuk PT dll semua berbasis hafalan. Sampai tingkat sarjana, mahasiswa diharuskan hafal rumus2 Imu pastidan ilmu hitung lainnya bukan diarahkan utk memahami kapan dan bagaimana menggunakan rumus rumus tersebut.

4. Karena berbasis hafalan, murid2 di sekolah di Asia dijejali sebanyak mungkin pelajaran. Mereka dididik menjadi “Jack of all trades, but master of none” (tahu sedikit sedikit ttg banyak hal tapi tidak menguasai apapun).

5. Karena berbasis hafalan, banyak pelajar Asia bisa jadi juara dlm
Olympiade Fisika, dan Matematika. Tapi hampir tidak pernah ada org Asia yang menang Nobel atau hadiah internasional lainnya yg berbasis inovasi dan kreativitas.

6. Orang Asia takut salah (KIASI) dan takut kalah (KIASU). Akibat- nya sifat eksploratif sbg upaya memenuhi rasa penasaran dan keberanian untuk mengambil resiko kurang dihargai.

7. Bagi keanyakan bangsa Asia, bertanya artinya bodoh, makanya rasa penasaran tidak mendapat tempat dalam proses pendidikan di sekolah

8. Karena takut salah dan takut dianggap bodoh, di sekolah atau dalam seminar atau workshop, peserta jarang mau bertanya tetapi stlh sesi berakhir peserta mengerumuni guru / narasumber utk minta penjelasan tambahan.

Benarkah semua itu? bila benar, mari kita ubah bangsa Indonesia yang menjadi bagian bangsa Asia menjadi Asia yang lebih baik dengan mempelajari langsung kehidupan masyarakat Eropa saat anda memutuskan Kuliah di Jerman 2015 Melalui Lembaga Alumni Eropa.

 

=======================================================


PEMBUKAAN KELAS BARU

PROGRAM INTENSIF PERSIAPAN KULIAH di JERMAN

Untuk Semua Bidang Studi S-1 (BSc.) dan S-2 (MSc.)

Kelas Baru akan diadakan pada:

 

Hari/Tanggal : Senin / 17 Juli 2017

 

Jam : 09.00 s/d 13.00 WIB Tempat : Lembaga Alumni Eropa Jl. Mendawai I no. 3 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12130 Indonesia

Keterangan lebih lanjut Hubungi:

0853 1154 4185 - 0813 1811 1017 - BBM Pin: 583E7D7A

Daftarkan Diri Anda Segera

Tempat Terbatas !!

This entry was posted in Adat dan Kebiasaan Warga Eropa, Alasan Kuliah di Jerman, Keunggulan Studi Di Jerman, Persiapan Melanjutkan Studi di Jerman and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.