Gagal Aufnahmeprüfung ? .. Lalu…?

anggota-Paskibra-di-upacara-peringatan-17-agustus-2015-di-KBRI-Jerman-bersama-Dubes-Bpk-Fauzi-Bowo-dan-staf

Hallo ihr alle !! Es ist ja toll wieder hier zu sein, um etwas für euch zu schreiben. ?

Sesuai dengan judul artikel ini, kita akan mengulas sedikit soal apa itu „Aufnahmeprüfung“ dan kenapa kok gagal?

Apa sih Aufnahmeprüfung itu? Bagi mereka yang mau melanjutkan studi Bachelor (S1) nya ke Perguruan Tinggi Negeri di Jerman, maka wajib tau apa itu Aufnahmeprüfung atau yang sering kali disingkat AFP oleh kebanyakan calon mahasiswa Indonesia yang sudah berada di Jerman. Ditinjau dari sisi arti bahasanya, Aufnahmeprüfung terbentuk dari Aufnahmen yang artinya „penerimaan“ dan prüfung yang berarti „test“ atau „Ujian“, atau secara mudah Aufnahmeprüfung dapat diartikan „test penerimaan“ atau „ujian masuk“.

AFP akan diberlakukan bagi hampir seluruh calon mahasiswa asing (termasuk yang berasal dari Indonesia) yang akan melanjutkan studi tingkat strata satu (S1/Bachelor) nya di seluruh PTN Jerman. Bagi mereka yang berhasil lulus dari test ini, maka pemerintah jerman mempersilahkannya untuk masuk menjalani studienkolleg (pra universitas).

Untuk bisa diundang oleh pihak Universitas untuk mengikuti AFP, seorang calon mahasiswa harus memenuhi beberapa persyaratan baik syarat akademik maupun syarat non akademik. Namun demikian tulisan ini tidak akan membahas masalah syarat syarat ini.

AFP akan berlangsung pada tanggal yang telah ditetapkan oleh pihak Studienkolleg. Setiap calon mahasiswa diwajibkan untuk melakukan pendaftaran ulang 1 jam sebelum ujian dimulai. Bagi yang terlambat maka akan dianggap gugur atau mengundurkan diri.

Pada umum nya dalam AFP pihak Studienkolleg hanya akan mengujikan seluruh materi B2 bahasa Jerman. Namun demikian di beberapa Studienkolleg, materi matematika pun terkadang diujikan pula. Hanya saja materi matematika ini tidak menjadi materi utama dalam AFP. Materi Bahasa Jerman tetap menjadi materi yang dominan diujikan dalam setiap AFP di semua Studienkolleg.

Ditinjau dari sisi bobot materi yang diujikan, pada umumnya AFP dirasa cukup sulit bagi calon mahasiswa Indonesia yang baru tiba di Jerman. Hal ini boleh jadi disebabkan oleh persiapan bahasa Jerman yang ala kadarnya selama di Indonesia. Sehingga statistik menunjukkan jumlah kegagalan yang cukup tinggi dari calon mahasiswa asal Indonesia yang baru tiba di Jerman dalam mengikuti AFP pertama mereka.

Selain persiapan materi bahasa Jerman yang kurang sejak dari Indonesia, ada faktor lain yang juga cukup berpengaruh terhadap kelulusan seseorang dalam AFP pertamanya. Faktor ini lebih kepada faktor tekanan psikologis yang cukup besar pada saat sebelum dan ketika AFP berlangsung. Seperti yang diketahui bahwa AFP dilaksanakan dalam ruangan ruangan kelas atau aula yang mana di dalam ruangan atau aula tersebut bercampur para peserta ujian dari seluruh dunia. Tidak ada satu ruangan yang hanya diperuntukkan bagi peserta ujian dari sebuah negara tertentu saja.

Para peserta dari Indonesia akan bercampur satu ruangan dengan peserta lain dari China, India, Rusia, Turki, Maroko dan yang lainnya. Diantara mereka boleh jadi sudah terlebih dahulu tinggal di Jerman setengah tahun lebih awal dari para peserta Indonesia yang baru tiba. Adakalanya, Para peserta asing dari negara lain tersebut terlihat langsung di depan para peserta Indonesia berbicara dalam Bahasa Jerman yang sudah cukup fasih antar sesamanya. Hal ini secara tidak langsung memberikan tekanan dan goncangan psikologis yang cukup signifikan bagi calon mahasiswa Indonesia yang baru tiba, yang kemampuan bahasanya belum lagi sepadan dengan mereka yang telah terlebih dahulu tinggal enam bulan di Jerman.

Dan dari sisi kemampuan akademis pun, para calon mahasiswa international tersebut juga tidak dapat dipandang sebelah mata.  Mereka bukanlah siswa siswa dengan prestasi akademik yang rendah di negaranya. Banyak dari mereka yang mengantongi predikan „juara“ dinegaranya.

Tekanan psikologis yang besar ini sangat berpengaruh akan tingkat stress yang dialami para peserta Indonesia dalam menghadapi AFP. Terlebih saat ini negara jerman hanya memberikan waktu bagi para mahasiswa asing untuk lulus dari Studienkolleg dalam waktu dua tahun.

Inilah dua faktor utama yang kami selaku alumni Jerman dapat menditeksinya sebagai dua faktor utama kegagalan para calon mahasiswa indonesia yang baru tiba di Jerman. Dalam tulisan kami berikutnya, akan dipaparkan beberapa solusi yang dapat diambil untuk mengantisipasi kegagalan tersebut agar tidak berdampak semakin parah pada sisi psikologis peserta.

Demikian bagian pertama dari tema ini. Bagi anda yang ingin mendapatkan lebih detail berbagai informasi tentang persiapan kuliah di Jerman dan Eropa bisa berkonsultasi dengan para alumni Jerman di Lembaga Alumni Eropa (LAE) Jakarta yang beralamat di  Jalan Mendawai I No. 3 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12130 dengan no kontak 0853 1154 4185 & 0813 1811 1017. Termasuk tentang Apa itu Aufnahmeprüfung sebagai Proses Untuk Kuliah di Jerman.

 

=======================================================


PEMBUKAAN KELAS BARU

PROGRAM INTENSIF PERSIAPAN KULIAH di JERMAN

Untuk Semua Bidang Studi S-1 (BSc.) dan S-2 (MSc.)

Kelas Baru akan diadakan pada:

 

Hari/Tanggal : Senin / 17 Juli 2017

 

Jam : 09.00 s/d 13.00 WIB Tempat : Lembaga Alumni Eropa Jl. Mendawai I no. 3 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12130 Indonesia

Keterangan lebih lanjut Hubungi:

0853 1154 4185 - 0813 1811 1017 - BBM Pin: 583E7D7A

Daftarkan Diri Anda Segera

Tempat Terbatas !!

This entry was posted in Pertimbangan dan Perbandingan Kuliah Di Jerman and tagged , , , . Bookmark the permalink.