Ketika Gagal Aufnahmeprüfung Lalu Apa langkah Selanjutnya?

para-mahasiswa-international-sedang-mengikuti-perkuliahan-di-Universitas-Jerman-www.alumnieropa.org-persiapan-kuliah-di-jerman-2015

Hallo ihr alle !! Es ist ja toll wieder hier zu sein, um etwas für euch zu schreiben ?, kali ini kita akan lanjutkan pembahasan ketika terjadi Gagal Aufnahmeprufung. Setelah pada tulisan sebelumnya dipaparkan sebab sebab utama kegagalan seseorang dalam ujian test masuk Studienkolleg (AFP), maka dalam tulisan kali ini, kami akan sedikit mengulas langkah langkah apa saja yang bisa diambil bagi mereka yang gagal lulus di AFP sebagai bagian dari pengalaman para alumni Jerman di Lembaga Alumni Eropa (LAE) Jakarta. Selamat mencermati.

Ada dua langkah utama yang dapat ditempuh,
Pertama, Segera mendaftarkan diri sebagai peserta kursus bahasa Jerman di sebuah lembaga Kursus bahasa swasta. Agar lebih praktis, carilah lembaga bahasa swasta yang lokasinya masih satu kota dengan tempat tinggal saat ini. Namun tetap harus dipertimbangkan qualitas pengajaran dan program yang ditawarkan oleh lembaga bahasa tersebut. Pastikan pula bahwa sertifikat/ijazah yang akan nantinya diperoleh dari lembaga bahasa tersebut telah mendapatkan akkreditasi dari ALTE, TELC atau yang sejenis nya.

Jangan terbuai dengan biaya kursus yang murah, namun pada akhirnya sertifikat bahasa yang kita peroleh nanti tidak terstandarisasi ALTE atau TELC. Perlu diketahui bahwa tidak semua Universitas mau menerima sertifikat bahasa Jerman yang tidak memiliki akkreditasi dari TELC/ALTE. Sehingga memiliki sertifikat bahasa Jerman dengan standart ini mutlak sangat disarankan bagi mereka yang akan mendaftarkan kembali dirinya ke PTN Jerman.

Tidak tertutup kemungkinan bahwa sebuah Universitas Jerman membuka kelas kursus bahasa jerman mandiri bagi umum. Jika kemungkinan berkursus bahasa Jerman di Universitas ini dimungkinkan, maka hal ini lebih baik, karena sangat mungkin guru yang sama, yang mengajar kita selama kursus adalah guru yang juga membuat soal soal ujian AFP di Studienkolleg Universitaet yang bersangkutan.

Untuk opsi langkah pertama ini, upayakan agar bisa mendapatkan sertifikasi B2 setelah menjalani kursus selama 3-4 bulan. Dengan sertifikasi B2 ini, kemungkinan untuk lulus pada jadwal test AFP berikutnya menjadi semakin besar.

Kedua, Adapun alternatif kedua yang dapat diambil adalah, mendaftarkan diri dan mengikuti AFP di Studienkolleg Swasta. Saat ini banyak terdapat Studienkolleg yang dikelola oleh pihak swasta di Jerman. Hal ini salah satunya di akibatkan karena terbatas nya jumlah anggaran negara yang tersedia untuk mensupport STK milik negara.

Keterbatasan anggaran ini, mengebabkan jumlah STK negara tidak pernah bertambah, bahkan cenderung berkurang. Tidak hanya jumlah nya yang tetap, kapasitas daya tampung mahasiswa di setiap STK negara pun tidak pernah bertambah. Negara Jerman kelihatannya agak „enggan“ mensupport mahasiswa asing secara financial selama mereka masih ber Studkoll.

Dikarenakan jumlah calon mahasiswa yang datang ke Jerman untuk berkuliah selalu meningkat setiap tahunnya, dan hal ini tidak dibarengi dengan peningkatan jumlah kapasitas daya tampung dari STK yang tersedia, maka bisa dipastikan akan banyak sekali dari calon mahasiswa tersebut yang tidak tertampung di STK negara yang ada. Peluang ini dimanfaatkan oleh pihak swasta di Jerman untuk membuka STK swasta.

Opsi memilih menjalani Studkoll di swasta tidak lah opsi yang buruk. Kami justru lebih menyarankan agar seseorang lebih memilih opsi ini ketimbang opsi pertama. Hal ini didasari beberapa pertimbangan. Pertama, mereka yang memilih menjalankan STK nya di swasta sudah memiliki status sebagai mahasiswa studkoll. Status ini tdk didapatkan bagi mereka yang memilih opsi pertama. Kedua: Pada semester berikutnya, mereka yang menjalani studkoll di swasta akan menempuh ujian akhir semester satu di STK swasta tersebut. Sedangkan mereka yang memilih opsi pertama, masih harus berjuang menghadapi AFP untuk bisa masuk di terima di sebuah STK negara, dan tidak ada garansi jika mereka akan lulus di AFP ini mengingat selain bersaing dengan sesama peserta yang tidak lulus semester lalu, mereka pun akan bersaing dengan para peserta baru yang baru datang dari negaranya masing masing.

Calon mahasiswa yang memilih opsi kedua, jelas terlihat dapat menghemat waktu jika dibandingkan mereka yang memilih opsi pertama. Hanya saja mereka yang memilih opsi kedua akan terbebani biaya extra antara 1500 hingga 2500 Euro sebagai biaya kuliah per semester nya yang mereka jalani di STK Swasta tersebut. Tidak demikian hal nya bagi mereka yang memilih opsi pertama yang normalnya hanya akan terbebani biaya sebesar 400 – 700 Euro saja untuk menjalani kursus bahasa.

Demikianlah dua buah opsi legal yang dapat dipilih bagi mereka yang tidak berhasil lolos di AFP. Adapun jika terdapat tawaran akan opsi lain diluar 2 pilihan dijelaskan diatas, maka ada baiknya kita perlu cermati terlebih dahulu, apakah opsi tersebut legal dan aman untuk di jalani.

Semoga informasi ini berguna bagi mereka yang berencana untuk melanjutkan studi nya ke Perguruan Tinggi Negeri di Jerman. Kami para alumni di LAE siap untuk memberikan support lebih jauh terkait rencana ini. Maka segeralah untuk menghubungi para alumni Jerman di LAE dengan no kontak 0853 1154 4185 & 0813 1811 1017 yang beralamat di Jalan Mendawai I No. 3 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12130 untuk membuat perjajian untuk berkonsultasi secara gratis.

 

=======================================================


PEMBUKAAN KELAS BARU

PROGRAM INTENSIF PERSIAPAN KULIAH di JERMAN

Untuk Semua Bidang Studi S-1 (BSc.) dan S-2 (MSc.)

Kelas Baru akan diadakan pada:

 

Hari/Tanggal : Senin / 17 Juli 2017

 

Jam : 09.00 s/d 13.00 WIB Tempat : Lembaga Alumni Eropa Jl. Mendawai I no. 3 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12130 Indonesia

Keterangan lebih lanjut Hubungi:

0853 1154 4185 - 0813 1811 1017 - BBM Pin: 583E7D7A

Daftarkan Diri Anda Segera

Tempat Terbatas !!

This entry was posted in Persiapan Melanjutkan Studi di Jerman and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.