Perbedaan Kuliah di Luar Negeri dan Indonesia Secara Budaya dan Pola Pendidikan

peserta-Program-Intensif-Persiapan-Studi-di-Jerman-LAE-angk-2013-2014-sedang-berkeliling-di-JermanBeberapa pertanyaan mengenai Perbedaan Kuliah di Luar Negeri dan Indonesia kerap kali muncul baik melalui email, whatsapp, sms ataupun secara langsung oleh mereka yang tengah berkonsultasi ke sekretariat Lembaga Alumni Eropa (LAE) Jakarta. Pertanyaan ini sangat wajar dipertanyakan kepada para alumni Eropa di LAE mengingat sebagian besar dari mereka telah mengalami kehidupan di Indonesia maupun di luar negeri khususnya di Eropa dan Jerman.

Yang kurang tepat tentu bila anda datang menemui para marketing di perusahaan konsultan kuliah ke luar negeri yang belakangan ini semakin marak. Yang notabene para marketing ini belum pernah mengalami sendiri bagaimana menjalani kehidupan di luar negeri khususnya di Eropa. Sehingga jawaban yang mereka berikanpun tentu hanyalah jawaban yang menerka-nerka dan sekedar terkesan menyenangkan dan membujuk saja.

Sementara bagi mereka yang sudah menjadi alumni dari universitas-universitas negeri di luar negeri, Perbedaan Kuliah di Luar Negeri dan Indonesia Secara Budaya telah nampak sangat jelas perbedaannya. Contoh sebagian besar masyarakat Indonesia, dalam budaya di masyarakat kita ukuran sukses dalam hidup adalah banyaknya materi yang dimiliki (rumah, mobil, uang dan harta lain). Passion (rasa cinta thdp sesuatu) kurang dihargai. Akibatnya, bidang kreatifitas kalah populer oleh profesi dokter, lawyer, dan sejenisnya yang dianggap bisa lebih cepat menjadikan seseorang utk memiliki kekayaan banyak.

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, banyaknya kekayaan yg dimiliki lebih dihargai daripada CARA memperoleh kekayaan tersebut. Tidak heran bila lebih banyak orang menyukai ceritera, novel, sinetron atau film yang bertema orang miskin jadi kaya mendadak karena beruntung menemukan harta karun, atau dijadikan istri oleh pangeran dan sejenis itu. Tidak heran pula bila perilaku koruptif pun ditolerir atau diterima sebagai sesuatu yg wajar.

Dalam masyarakat kita, pendidikan identik dengan hafalan berbasis “kunci jawaban” bukan pada pengertian. Ujian Nasional, tes masuk Perguruan Tinggi dan lain lain semua berbasis hafalan. Sampai tingkat sarjana, mahasiswa di Indonesia diharuskan hafal rumus-rumus ilmu pasti dan ilmu hitung lainnya bukan diarahkan utk memahami kapan dan bagaimana menggunakan rumus rumus tersebut.

Apalagi begitu tertanam di masyarakat kita, bertanya artinya bodoh, makanya rasa penasaran tidak mendapat tempat dalam proses pendidikan di sekolah-sekolah Indonesia. Ini baru sebagian dari perbandingan dan Perbedaan Kuliah di Luar Negeri dan Indonesia Yang Nyata Terjadi di masyarakat kita, maka dengan konsultasi dengan para alumni Eropa di LAE semua akan semakin jelas. Bagi anda yang akan membuat janji untuk berkonsultasi dengan para alumni Eropa di LAE dapat menghubungi di nomor 0815 8421 3074 atau 0813 1811 1017.

 

=======================================================


PEMBUKAAN KELAS BARU

PROGRAM INTENSIF PERSIAPAN KULIAH di JERMAN

Untuk Semua Bidang Studi S-1 (BSc.) dan S-2 (MSc.)

Kelas Baru akan diadakan pada:

 

Hari/Tanggal : Senin / 17 Juli 2017

 

Jam : 09.00 s/d 13.00 WIB Tempat : Lembaga Alumni Eropa Jl. Mendawai I no. 3 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12130 Indonesia

Keterangan lebih lanjut Hubungi:

0853 1154 4185 - 0813 1811 1017 - BBM Pin: 583E7D7A

Daftarkan Diri Anda Segera

Tempat Terbatas !!

This entry was posted in Studi di Luar Negeri and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.