Kuliah di Jerman di Jurusan Pendidikan Budaya

toleransi-dan-hak-azasi-manusia-turut-diplajari-dan di-praktekkan-di-Jerman-Lembaga-Alumni-EropaKuliah di Jerman di Jurusan Pendidikan Budaya dengan teater, musik dan tarian sebagai sarana pengertian antar bangsa. Inilah yang menjadi Konsep di Universitas Erlangen yang mendapat penghargaan dari UNESCO. Ruang pertunjukan di Erlangen dipenuhi pengunjung. Para mahasiswa sedang menampilkan karya teater dan tarian mereka. Ini adalah bagian dari tugas akhir di Jurusan Pendidikan Budaya Universitas Erlangen.

Pada era globalisasi, pemahaman budaya jadi makin penting. Itulah pemikiran awal Profesor Eckart Liebau ketika mendirikan Jurusan Pendidikan Budaya di Universitas Erlangen, Jerman. “Jadi terbuka kemungkinan untuk melakukan pertukaran lewat komunikasi yang damai. Komunikasi antar budaya yang mungkin sulit terjadi, akhirnya menjadi lebih mudah,” kata Liebau dengan yakin. Untuk menari bersama misalnya, orang tidak perlu mengenal bahasa orang lain. Melalui budaya, orang bisa tertarik mengenal dunia yang lain.

Eckart Liebau memang sangat tertarik dengan pendekatan interkultural. Menurutnya, konsep pendidikan budaya sudah berubah dari masa ke masa. Dulu, yang dimaksud dengan pendidikan budaya adalah kebudayaan tinggi. Pendidikan kebudayaan terutama dinikmati oleh kalangan atas. Seluruh masyarakat diajak untuk menghormati kebudayaan tinggi.

Masa kini, pendidikan kebudayan melibatkan kedua aspek itu, baik individu maupun masyarakat. Yang diteliti adalah bagaimana individu dan masyarakat saling mempengaruhi. “Pendidikan budaya adalah membuka kemungkinan bagi seseorang untuk memasuki semua bidang seni, seperti sastra, teater dan musik,” tutur Liebau. Ia juga melakukan banyak penelitian tentang fungsi musium.

Di Jerman, musium dan gedung teater punya perlengkaan cukup baik. Tapi peminatnya makin lama makin berkurang. “Kalau saya pergi ke konser musik klasik, saya melihat banyak sekali penonton yang sudah berambut putih,” kata Liebau. “Dalam 15 tahun lagi, musik dan teater akan punya masalah besar untuk menarik perhatian publik:”

Menurut Liebau, pendidikan budaya selama ini terlalu fokus pada penelitian ilmiah atau pendidikan teknis. Sedangkan pemahaman dan pertukaran budaya diabaikan. Jadi konsep tentang pendidikan dan pengetahuan budaya harus berubah. Pendidikan kebudayaan di Universitas di Jerman harus bisa memberi kontribusi pada perdamaian dan saling pengertian antar bangsa.

 

=======================================================


PEMBUKAAN KELAS BARU

PROGRAM INTENSIF PERSIAPAN KULIAH di JERMAN

Untuk Semua Bidang Studi S-1 (BSc.) dan S-2 (MSc.)

Kelas Baru akan diadakan pada:

 

Hari/Tanggal : Senin / 3 Juli 2017

 

Jam : 09.00 s/d 13.00 WIB Tempat : Lembaga Alumni Eropa Jl. Mendawai I no. 3 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12130 Indonesia

Keterangan lebih lanjut Hubungi:

0853 1154 4185 - 0813 1811 1017 - BBM Pin: 583E7D7A

Daftarkan Diri Anda Segera

Tempat Terbatas !!

This entry was posted in Alasan Kuliah di Jerman, Keunggulan Studi Di Jerman, Pertimbangan dan Perbandingan Kuliah Di Jerman, Studi di Jerman and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.